Jakarta, 8 Mei 2024 — Suasana semarak dan penuh semangat kebudayaan menyelimuti SMAN 77 Jakarta dalam perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk siswa kelas XI dengan tema Kearifan Lokal. Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian eksplorasi budaya yang telah dilakukan oleh siswa selama beberapa minggu sebelumnya.

P5 kali ini mengangkat konsep eksplorasi budaya berdasarkan enam wilayah administratif DKI Jakarta, di mana setiap kelas mewakili satu daerah dan melakukan penggalian informasi mengenai kearifan lokal yang khas dari wilayah tersebut. Dari Jakarta Pusat hingga Kepulauan Seribu, para siswa menyelami kekayaan budaya lokal melalui observasi, wawancara, hingga studi pustaka yang dikemas secara kreatif.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 8 Mei 2024, di mana para siswa menampilkan berbagai pertunjukan budaya Betawi dalam sebuah perayaan seni bertajuk “Bertumbuh Bersama Budaya Kita”. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain:


Selain penampilan seni, acara ini juga dimeriahkan oleh sesi istimewa “Bincang Betawi” yang menghadirkan narasumber utama Imbong Hasbullah, Sekretaris Jenderal Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), yang berbagi wawasan mengenai pentingnya melestarikan budaya Betawi di tengah modernisasi. Beliau menekankan bahwa generasi muda memiliki peran vital sebagai penjaga dan penerus nilai-nilai lokal dalam kehidupan global saat ini.

Kehadiran Nerra Merlin, vokalis dari grup musik Tangga, turut memeriahkan acara. Nerra, yang memiliki darah Betawi, menyanyikan lagu-lagu dengan nuansa lokal serta membagikan pengalamannya dalam menjaga identitas budaya dalam dunia hiburan.

Perayaan P5 ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan juga perwujudan nyata dari semangat pelajar Pancasila yang kreatif, gotong royong, dan berakar pada budaya bangsa. Kepala SMAN 77 Jakarta dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan aktif seluruh siswa, guru, dan pihak pendukung dalam menjadikan P5 sebagai ruang pembelajaran yang bermakna.

Dengan mengusung kearifan lokal sebagai pijakan, SMAN 77 Jakarta membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang merawat akar budaya agar tumbuh kokoh dalam jati diri generasi penerus bangsa.
Tinggalkan Komentar