Info Sekolah
Selasa, 05 Mei 2026
  • Teladan dalam Akhlak, Unggul dalam Prestasi | SMA Negeri 77 Jakarta: Sekolah Penggerak, Sekolah Ramah Anak | Jalan Cempaka Putih Tengah XVII, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  • Teladan dalam Akhlak, Unggul dalam Prestasi | SMA Negeri 77 Jakarta: Sekolah Penggerak, Sekolah Ramah Anak | Jalan Cempaka Putih Tengah XVII, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
22 Juli 2024

Keseruan peserta didik SMAN 77 bermain ‘Kartu Berpasangan’ Tata Peraturan Per-Undang-Undangan bersama Ibu Fajar Selawati 

Sen, 22 Juli 2024 Dibaca 233x Uncategorized

Dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik kelas XII SMAN 77 Jakarta tentang Tata Peraturan Per-Undang-Undangan di Indonesia, Ibu Fajar Selawati memperkenalkan metode mengajar inovatif bernama ‘Kartu Berpasangan’. Metode ini dirancang untuk mempermudah peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis perundang-undangan berdasarkan lembaga yang membuat serta muatan materi yang terkandung di dalamnya.

Tujuan Metode

Metode ‘Kartu Berpasangan’ bertujuan untuk:

  1. Membantu peserta didik menghafal dan mengidentifikasi jenis-jenis perundang-undangan di Indonesia.
  2. Memperkuat pemahaman tentang lembaga-lembaga yang berwenang membuat perundang-undangan.
  3. Mempermudah peserta didik memahami muatan materi dalam setiap jenis perundang-undangan.

Langkah-langkah Pelaksanaan

  1. Pembagian Kelompok: Ibu Fajar membagi kelas menjadi enam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari beberapa peserta didik yang bekerja sama dalam memasangkan kartu-kartu yang diberikan.
  2. Pemberian Kartu: Guru memberikan satu set kartu yang terdiri dari 28 kartu kepada setiap kelompok. Kartu-kartu ini berisi jenis perundang-undangan, contoh perundang-undangan, lembaga yang membuat, dan muatan materi.
  3. Memasangkan Kartu: Selama 10 menit, setiap kelompok bekerja bersama untuk memasangkan kartu-kartu tersebut. Mereka harus mencocokkan jenis perundang-undangan dengan contoh, lembaga yang membuat, dan muatan materi yang tepat.
  4. Penjelasan Kelompok: Setelah memasangkan kartu, Ibu Fajar mengunjungi setiap kelompok untuk mendengarkan penjelasan mereka tentang pasangan kartu yang telah dibuat. Setiap kelompok diminta untuk menjelaskan alasan di balik pasangan yang mereka pilih.

Metode ‘Kartu Berpasangan’ ini mendapat respon yang sangat positif dari peserta didik. Mereka terlihat sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi dengan teman-teman sekelompok mereka. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama dalam kelompok.

Inovasi pembelajaran seperti metode ‘Kartu Berpasangan’ yang diperkenalkan oleh Ibu Fajar Selawati membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus monoton dan satu arah. Dengan melibatkan peserta didik secara aktif dan memberikan mereka tantangan yang menyenangkan, pemahaman mereka terhadap materi dapat ditingkatkan secara signifikan. Metode ini dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar